Thursday, November 4, 2010

Bentuk pengabdian diri kepada selain Allah

Apakah rupa pengabdian diri kepada selain Allah? Antara rupa pengabdian diri kepada selain Allah itu ialah:

(1)Memuja hawa nafsu.
Firman Allah – Ta'ala: “Jangan engkau mengikut hawa nafsu, kelak ia menyesatkan engkau dari jalan Allah.”(38:26)

(2)Terikut2 kawan.
Firman Allah – Ta'ala: “Pada hari org ygzalim menggigit jarinya, ia berkata: “Alangkah baiknya jika dahulu aku mengikut jalan yg lurus bersama Rasul. Alangkah celakanya, kenapa dahulu aku mengambil si polan sbg teman baikku. Ia tlh menjauhkankanku drp al-Qur'an sesudah ia datang kepadaku.” (25:27-29)

(3)Terikat dgn tradisi nenek moyang. 

Firman Allah – Ta'ala “Apabila dikatakan kpd mrk: “Ikutlah apa yg Allah tlh turunkan (al-Qur'an) & apa yg Rasul bawa (al-Sunnah).” Jawab mrk: “Cukuplah kami mengikut nenek moyang kami,” walaupun nenek moyang mrk tidak mengetahui apa-apa & tidak mendapat petunjuk.” (5:104)



4)Mengutamakan suara majoriti. 

Firman Allah – Ta'ala: “Jika kamu mengikut org ramai yg terdapat di muka bumi ini, mrk akan menyesatkan kamu drp jalan Allah. Mereka itu tiada lain adalah mengikut sangkaan. Mereka itu tidak lain adalah melakukan
kebohongan trhdp Allah.” (6:116)



(5)Mendewa2kan pemimpin. 

Firman Allah: “Tatkala disembamkan muka org yg ingkar itu ke dlm neraka, mrk berkata: “Alangkah baiknya jika dahulu aku taatkan Allah (ikut al-Qur'an) dan taatkan Rasul (ikut al-Sunnah).” Kata mrk: “Kami dulu mengikut pemimpin & pembesar kami, lalu ia menyesatkan kami dr jln yg lurus.” (33:66/7)



(6)Taksub kepada “Tok Guru” walaupun berhujah tanpa dalil. 

FirmanAllah – Ta'ala: “Mereka mengambil para pendeta dan pemimpin agama mereka sebagai Tuhan selain daripada Allah.” (9:31)



(7)Berdamping dengan syaitan. 

Firman Allah: “Jgnlah kamu mengikut jejak langkah syaitan krn ia adalah musuh yg nyata bgmu. Kerjanya hanya menyuruh kamu melakukan kejahatan, mengerjakan perbuatan sumbang & bercakap ttg Allah apa yg kamu tiada pengetahuan mengenainya.” (2:168/9)


Sumber: Ustaz Baharuddin Ayuddin

Semat Al-Quran

Salam,
Telah lebih setahun mengikuti kelas kendalian Ustaz Baharuddin, banyak perkara telah membuka minda, akal fikiran dan keinsafan..betapa diri ini kerdil. Allah Maha Besar dan yang lain kecil belaka...berikut adalah petikan dari FB ustaz dan di dalam kelas-kelas sebelum ini disebut selalu...

Bimbingan al-Qur'an (1): Siapakah org yang beriman? Org yang beriman itu ialah org yang hidup berpegang teguh dengan al-Qur'an dan al-Sunnah. Firman Allah: "Sesungguhnya org-org yang beriman itu hanyalah org2 yg beriman kpd Allah (al-Qur'an) dan Rasul-Nya (al-Sunnah), kemudian mrk tidak ragu2 dan mrk berkorban dgn harta benda dan jiwa raga mrk pd jalan Allah, mrk itulah org2 yang benar (dakwaan iman mrk)." (49:15)

Bimbingan al-Qur'an (2): Apakah b'bingan al-Qur'an dan al-Sunnah? B'bingannya m'ajak manusia ke jln yg lurus. Firman Allah: "Wahai manusia, sesungguhnya tlh dtg kpdmu burhan drp Tuhanmu & tlh Kami turunkan nur yg terang. Adapun org2 yg beriman kpd Allah & b'pegang teguh kpd-Nya, nescaya Dia memasukkan mrk ke dlm rahmat drp-Nya, Dia limpahkan kurniaan-Nya & Dia berikan hidayah kpd mrk ke jln yg lurus." (4:174/5)

Bimbingan al-Qur'an (3): Apakah yg dmaksudkan dgn jln yg lurus? Jalan yg lurus itu ialah jln yg memimpin manusia kpd hidup mengabdikan diri kpd Allah. Firman Allah: "Hdklah kamu hidup mengabdikan diri kpd-Ku. Inilah jalan yg lurus." (36:61)

Bimbingan al-Qur'an (4): Apakah makna hidup mengabdikan diri kpd Allah? Maknanya ialah sbgmn firman Allah: "Sesungguhnya salatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah utk Allah Rabb al-'alamin. Tiada sbrg sekutu baginya dan yg demikian itu aku diperintah dan aku adalah org yg pertama2 tunduk patuh." (6:162/3)

Bimbingan al-Qur'an (5): Apakah akibat jika hidup mengabdikan diri kpd selain Allah?
Akibatnya membawa kpd kerugian krn kesudahannya adalah ke neraka. Firman Allah: “Abdikanlah dirimu kpd apa shj yang kamu suka selain drp Allah. Katakanlah: Sesungguhnya org yg paling rugi ialah org yang merugikan diri sendiri dan ahli keluarganya pd Hari Kiamat kelak. Ingat, yg demikian itu adalah kerugian yg nyata.” (39:15)
Sumber: Ustaz Baharuddin Ayudin

Jazakallah, ustaz!!

Thursday, October 28, 2010

Fenomena azan

Tegakkan Islam dalam dirimu, nescaya mekarlah Islam disekelilingmu..

Sahabat Nabi: Abu Darda'

Uwaimir bin Malik al-Khazraji yang lebih dikenal dengan nama Abu Darda bangun dari tidurnya pagi-pagi sekali. Setelah itu, dia menuju berhala sembahannya di sebuah kamar yang paling istimewa di dalam rumahnya. Dia membungkuk memberi hormat kepada patung tersebut, kemudian diminyakinya dengan wangi-wangian termahal yang terdapat dalam tokonya yang besar, sesudah itu patung tersebut diberinya pakaian baru dari sutera yang megah, yang diperolehnya kemarin dari seorang pedagang yang datang dari Yaman dan sengaja mengunjunginya.
Setelah matahari agak tinggi, barulah Abu Darda masuk ke rumah dan bersiap hendak pergi ke tokonya. Tiba-tiba jalan di Yastrib menjadi ramai, penuh sesak dengan para pengikut Nabi Muhammad yang baru kembali dari peperangan Badar. Di muka sekali terlihat sekumpulan tawanan terdiri dari orang-orang Quraisy. Abu Darda mendekati keramaian dan bertemu dengan seorang pemuda suku Khazraj. Abu Darda menanyakan kepadanya keberdaan Abdullah bin Rawahah. Pemuda Khazraj tersebut menjawab dengan hati-hati pertanyaan Abu Darda, karena dia tahu bagaimana hubungan Abu Darda dengan Abdullah bin Rawahah. Mereka tadinya adalah dua orang teman akrab di masa jahily. Setelah Islam datang, Abdullah bin Rawahah segera masuk Islam, sedangkan Abu Darda tetap dalam kemusyrikan. Tetapi, hal itu tidak menyebabkan hubungan persahabatan keduanya menjadi putus. Karena, Abdullah berjanji akan mengunjungi Abu Darda sewaktu-waktu untuk mengajak dan menariknya ke dalam Islam. Dia kasihan kepada Abu Darda, karena umurnya dihapiskan dalam kemusyrikan.

Sunday, October 24, 2010

Sahabat Nabi: Abdurrahman bin Auf

Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan yang mula-mula masuk Islam; termasuk kelompok sepuluh yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga; termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah (sebagai formatur) dalam pemilihan khalifah sesudah Umar bin Khattab r.a.; dan seorang mufti yang dipercayai Rasulullah saw. untuk berfatwa di Madinah selagi beliau masih hidup di tengah-tengah masyarakat kaum muslimin.


Namanya pada masa jahiliah adalah Abd Amr. Setelah masuk Islam Rasulullah saw. memanggilnya Abdurrahman bin Auf. Itulah dia Abdurrahman bin Auf r.a. 

Abdurrahman bin Auf masuk Islam sebelum Rasulullah saw. masuk ke rumah Al-Arqam, yaitu dua hari sesudah Abu Bakar ash-Shidiq masuk Islam. Sama halnya dengan kelompok kaum muslimin yang pertama-tama masuk Islam, Abdurrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy, tetapi dia sabar dan tetap sabar. Pendiriannya teguh dan senantiasa teguh. Dia menghindari dari kekejaman kaum Quraisy, tetapi selalu setia dan patuh membenarkan risalah Muhammad. Kemudian dia turut pindah (hijrah) ke Habasyah bersama-sama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dan agama dari tekanan kaum Quraisy yang senantiasa menerornya.

Tujuh Golongan Yang Dinaungi Allah di Akhirat

Tujuh golongan yang Allah meneduhi mereka di bawah teduhanNya, pada hari yang tiada teduhan melainkan teduhanNya :

1) Pemimpin yang adil.

2) Dan seorang remaja yang membesar meningkat umurnya dalam keadaan ia sentiasa beribadat kepada Allah .

3) Dan seorang yang hatinya sentiasa terikat dengan masjid-masjid

4) Dan dua orang yang saling berkasih sayang kerana Allah , mereka bertemu kerana Allah dan berpisah keranaNya.

5) Dan seorang pemuda yang digoda untuk berzina oleh seorang perempuan yang mempunyai pangkat lagi jelita , maka ia berkata “ Aku takut kepada Allah!”

6) Dan seorang yang bersedeqah dalam keadaan menyebunyikannya sehingga tangan kirinya tidak ketahui apa yang disedeqahkan oleh tangan kanan.

7) Dan seorang yang mengingati Allah dalam keadaan bersendirian,lalu menitis air matanya.

(Riwayat Imam Bukhari & Muslim)

Selepas 7 tahun berlalu..:)

Cepat benar masa berlalu kerana diam tak diam sudah melepasi 7 tahun (2011 - 2018) saya mengalami kecederaan tulang belakang di Lumbar (L4/...