Wednesday, June 9, 2010

Dialog Rasulullah SAW dengan Iblis

Dari Muadz bin Jabal dari Ibu Abbas:

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, terdengar panggilan seorang dari luar rumah:” wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku “Rasulullah bersabda.” Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu”. Beliau melanjutkan, “itu iblis, laknat Allah bersamanya.” Umar bin Khattab berkata : “izinkan aku membunuhnya wahai Rasullulah”. Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik”.

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin”, Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab: ” Wahai Muhammad, aku datang kesini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”.

“Siapa yang memaksamu?”

“Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin “.

“Oleh karena itu aku sekarang mendatanganimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh”.

Allah pun berselawat..

Allah SWT berfirman, : "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (Al-Ahzab : 56).

Dituturkan dari Abdullah bin Amr bin Al-'Ash ra bahwasanya dia (pernah) mendengar Rasulullah bersabda : "Barangsiapa yang bershalawat satu kali untukku, maka Allah akan menurunkan sepuluh rahmat kepadanya." (HR Muslim)

Muhammad SAW - Sang Rasulullah


Dituturkan dari Ibn Mas'ud ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : "Manusia yang paling dekat denganku pada hari kiamat kelak adalah mereka yang paling banyak bershalawat untukku." (HR Al - Tarmidzi)

Dituturkan dari Aus bin Aus ra (yang) berkata (bahwasanya) Rasulullah SAW bersabda : "Sungguh, hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat. Karena itu, perbanyaklah bershalawat untukku pada hari itu. Sebab, sungguh bacaan shawalat kalian akan diperlihatkan kepadaku." Tanya para sahabat, "Wahai Rasulullah, bagaimana bacaan shalawat kami diperlihatkan kepadamu, sedangkan jasadmu telah bercampur dengan tanah?" Jawab beliau. "Sungguh Allah mengharamkan kepada bumi untuk memakan jasad para nabi." (HR Abu Dawud)

Dituturkan dari Abu Hurairah ra (yang) berkata bahwasanya Raslullah SAW bersabda, "Janganlah kalian menjadi kuburanku sebagai tempat perayaan, tetapi bershalawatlah untukku. (Ini) karena sesungguhnya bacaan shalawat kalian akan sampai kepadaku. Dimanapun kalian berada." (HR Abu Dawud)

Dituturkan dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : "Tiada seorang pun yang mengucapkan salam kepadaku, melainkan Allah mengembalikan nyawaku, sehingga aku dapat mejawab salam kepadanya." (HR Abu Dawud)

"(Suatu saat) Nabi SAW datang kepada kami. Kemudian kami bertanya (kepada beliau), 'Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui bagaimana kami mengucapkan salam untukmu. Tetapi, bagaimana cara kami bershalawat kepadamu? Jawab beliau, 'ucapkanlah, Allahumma sholi ala muhammadin wa alaa aali muhammadin kamaa shollaita alaa ali ib'rahim. Innaka hamidun majid. Allahumma barik ala muhammadin wa a laa alii muhammadin. Kamaa barokta alaa aali ib'rohim. Innaka hamidun majid (ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau adalah Zat Yang Maha Terpuji dan Maha Agung. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau adalah Zat Yang Maha Terpuji dan Mahaagung)." (HR Al Bukhari dan Muslim)

Taken from the wings of Islam

JAWAPAN KEPADA KEPERCAYAAN MANDI BUNGA..

Kepercayaan di sebalik rawatan mandi bunga ialah ia membersihkan sial atau nasib buruk yang dianggap wujud pada diri yang perlu dimandikan. Oleh kerana itulah selepas mandi bunga, orang yang menjalani rawatan ditegah mengutip atau membersihkan sisa-sisa bahan mandian dari lantai tempat mandi. Konon jika dia mengutip atau membersihkannya, sial atau nasib buruk yang sudah diserap keluar oleh bahan-bahan mandian itu akan masuk semula ke dalam dirinya.
Rawatan mandi bunga, sama ada oleh perawat dan yang dirawat, termasuk amalan syirik kepada Allah. Tidak ada sial atau nasib buruk pada sesuatu benda atau perbuatan, pada seseorang atau pada diri sendiri. Pada zaman Rasulullah saw, masyarakat mempercayai nasib baik atau buruk pada arah penerbangan burung. Jika burung terbang ke arah kanan, maka apa jua urusan yang mereka buat pada ketika itu dipercayai akan menjadi baik. Sebaliknya jika burung terbang ke arah kiri, maka apa jua urusan yang mereka buat pada ketika itu dipercayai akan ditimpa kesialan. Kepercayaan ini dilarang oleh Rasulullah:
“Mempercayai nasib yang baik atau buruk pada burung adalah syirik, mempercayai nasib yang baik atau buruk pada burung adalah syirik. (Baginda mengulanginya tiga kali).” [Shahih Sunan Abu Daud, no: 3910]
Solusi bagi sesuatu masalah ialah berdoa kepada Allah kemudian berusaha untuk memperolehinya. Mandi bunga hanya menjauhkan seseorang daripada Allah, jauh daripada Rahmat-Nya, jauh daripada pertolongan-Nya.

Taken from hafizfirdaus.com 

Friday, June 4, 2010

Kejadian Air Laut dan Sungai yang sebenarnya terpisah

Inilah keajaiban..Maha Suci Allah yang menjadikan sekelian Alam...kekuasaannya meliputi..sains hanya membuktikan zahirnya tetapi Allah lebih dahulu memberitahu kita melalui KalamNya..Laut dan sungai itu pada pandangan mata kasar seperti bercantum..tetapi hakikatnya tidak sama sekali..Fakta tersebut telah Allah SWT sebutkan pada empat belas abad yang lalu dan telah dibuktikan dengan penelitian modern abad dua puluh.


Allah SWT telah berfirman di dalam Al Quran.

"Dia memberikan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan? (Ar Rahman : 19 - 21).

Bukan saja air laut bahkan air sungai juga..subhanallah..!

"Dan Dia lah Tuhan yang telah mengalirkan dua laut berdampingan, yang satu tawar lagi memuaskan dahaga, dan yang satu lagi masin lagi pahit; serta Ia menjadikan antara kedua-dua laut itu sempadan dan sekatan yang menyekat percampuran keduanya." Surah 25 (Al-Furqan)

Samudra yang sangat luas itu tetap tidak melampaui batasnya dan tidak mendesak perairan tawar yang lebih kecil. Dibandingkan manusia, samudra jauh lebih besar dan lebih kuat, namun ia tetap rendah hati dan tidak melanggar batas yang ditetapkan baginya oleh Penciptanya.

Boleh baca lagi di sini

Thursday, May 27, 2010

Kejadian Langit yang Allah ceritakan dalam Al-Quran:

Bercerita tentang langit- tentu kita terpesona dengan keindahan yang Allah ciptakan..Tahukah kita bahawa Langit yang kita nampak dari tempat kita itu adalah langit Dunia..dan Allah jadikan langit sebanyak 7 lapisan - inilah yang ghaib - Kita hanya diberitahu melalui quran dan hadis - melalui peristiwa Israk mikraj: Nabi tercinta yang naik ke langit dengan izin Allah selepas mohon kebenaran penjaga langit baginda berjaya menembusi langit pertama dan seterusnya bersama rohul kudus yang mengiringi baginda sampai ke sidratul muntaha..(sahih bukhari) Hadis ini dibacakan dalam kelas minggu lepas...indah dan kagum..sampai menitis air mata..! Allah ceritakan dalam banyak tempat dalam Al-quran dan antara yang boleh dikongsikan di sini..:

Kejadian langit 7 lapisan dan kukuh beserta perhiasan bintang-bintang...
Surah 67- Al-Mulk
Ayat : 3]
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis; engkau tidak dapat melihat pada ciptaan Allah Yang Maha Pemurah itu sesuatu yang tidak seimbang; Maka ulangilah pandanganmu dapatkah engkau melihat sebarang kecacatan?
   
     
[Ayat : 4]
Kemudian ulangilah pandanganmu berkali-kali, nescaya pandanganmu itu berbalik kepadamu dengan hampa, sedang ia berkeadaan lemah lesu.
   
           
[Ayat : 5]
Dan sesungguhnya! Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu punca rejaman terhadap Syaitan-syaitan; dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menjulang-julang.

Sememang langit itu Allah ciptakan dengan kukuh dan tanpa tiang:

Surah 13 (Ar-Ra'd)
[Ayat : 2]

Allah jualah yang meninggikan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, kemudian Ia bersemayam di atas Arasy; dan Ia menundukkan matahari dan bulan; tiap-tiap satunya beredar untuk suatu masa yang ditetapkan. Allah jualah yang mentadbirkan urusan; Ia menerangkan tanda-tanda kekuasaan-Nya satu-persatu, supaya kamu yakin kepada pertemuan Tuhan kamu untuk menerima balasan.

Adanya penjaga Langit:

Surah 21 - Al-ambiya'
Ayat 32: Dan Kami jadikan langit sebagai bumbung yang terpelihara dan terkawal, sedang mereka berpaling.

Wallahu'alam..

Thursday, May 20, 2010

Menangani rasa Enggan Memberi

Orang yang tidak memaafkan, akan sentiasa ‘diikat’ oleh orang yang tidak dimaafkannya. Sebaliknya, jika kita memaafkan, nescaya kita akan terlepas daripada ikatan kemarahan yang membakar diri sendiri. Justeru, Allah telah mengingatkan dalam Al Quran agar kita menolak satu kejahatan dengan satu kebaikan.

Langkah memaafkan orang lain termasuklah dalam erti menolak satu kejahatan dengan kebaikan. Berilah kemaafan, maanfaatnya besar untuk diri dan orang lain. Sebaliknya, tidak memafkan meletakkan kita sebagai calon penghuni rumah sakit jiwa!

Berikut adalah antara kebaikan memberi maaf:
• Hati akan lebih tenang.
• Wajah akan bersih.
• Semangat kerja akan tinggi.
• Penyakit akan cepat sembuh.
• Hidup akan menjadi berkat.
• Murah rezeki.
• Mendapat lebih ramai sahabat.

A'uzubillahi min qalbi la yakhshak..

Menjaga hati supaya khusyuk adalah tidak mudah..namun mohonlah bantuan Allah..
Kerana Allah sebut dalam surah 107 : Celaka bagi orang yang menunaikan solat dan berkeadaan lalai dalam solat..contoh lalai yang disebutkan ini berbagai2 dan dipermudahkan dalam bentuk gambar yang disertakan bersama-sama ini...

Selamat Beramal.


أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ
[1] Tahukah engkau akan orang yang mendustakan ugama (meliputi hari pembalasan)?

فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
[2] Orang itu ialah yang menindas serta berlaku zalim kepada anak yatim,

وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ
[3] Dan ia tidak menggalakkan untuk memberi makanan yang berhak diterima oleh orang miskin.

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ
[4] (Kalau orang yang demikian dikira dari bilangan orang-orang yang mendustakan ugama), maka kecelakaan besar bagi orang-orang Ahli Sembahyang -

الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
[5] (laitu) mereka yang berkeadaan lalai daripada menyempurnakan sembahyangnya;

الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ
[6] (Juga bagi) orang-orang yang berkeadaan riak (bangga diri dalam ibadat dan bawaannya),

وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
[7] Dan orang-orang yang tidak memberi sedikit pertolongan (kepada orang yang berhak mendapatnya).


Selepas 7 tahun berlalu..:)

Cepat benar masa berlalu kerana diam tak diam sudah melepasi 7 tahun (2011 - 2018) saya mengalami kecederaan tulang belakang di Lumbar (L4/...